Postingan

Udah 2026 masih Mager? Sungguh terlalu

Hari terus menerus datang silih berganti, waktu terus berlalu namun kamu masih saja diam membisu, Masih saja Rebahan , scroll sosmed menghilangkan kejenuhan, Ayolah  gimana mau maju kalo kamu terus mentingin hawa nafsu, lalu bagaimana meraih masa depan kalo kerjaannya selalu berada di zona nyaman . Sebenarnya kunci dari semua itu ya bergerak karena bergerak itu berkah (Al-Harakah Barakah) berkah itu apa sih ? Berkah adalah ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan) baik itu olahraga, kerja , kuliah ,ibadah, belajar hal baru , mengeksplor hobi, banyakin kegiatan yang maslahat yang memberikan dampak dan manfaat serta menjauhkan diri dari segala perbuatan  maksiat.  Memang rezeki sudah ter takar tidak mungkin tertukar tapi kita tetap harus meraih dengan berusaha semaksimal mungkin. Gunakanlah akalmu untuk belajar dan berfikir mendalam, asah kemampuan. Fisikmu latihlah dengan olahraga dan jaga pola makan dan kesehatan agar selalu fit dalam menjalani aktivitas serta tak lupa untu...

Jaga lisan agar tidak menyakiti perasaan orang

Kemajuan di Era digital membuat banyak orang dengan mudahnya menyakiti perasaan orang , meskipun tidak dikenal tapi begitu mudahnya berkata kasar, mencela bahkan menghina dengan semena". Berkomentar negatif, bahkan mengatur kehidupan orang lain.  Padahal sedari dulu Rasulullah ﷺ telah mengingatkan (  لَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ غَدًا)  "Janganlah mengucapkan suatu perkataan yang membuatmu menyesal atau meminta maaf di kemudian hari. (Hadist ini terekam pada sunan An -nasa'i kubro vol. 165. Al Muwattha)  di era kekinian bukan hanya sekedar menjaga ucapan melainkan juga menjaga ketikan yang sekiranya melukai perasaan orang . Agar tidak lagi membuat klarifikasi meminta maaf atas kesalahan baik disengaja maupun tidak karena setiap ucapan akan di pertanggung jawabkan kelak di hari akhir. Dalam redaksi hadist lain Rasulullah ﷺ bersabda:   مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ   Barang siapa yang berim...

Bersyukur dan jangan mudah kufur terhadap nikmat yang Allah berikan

Betapa banyak orang yang sering berkeluh kesah atas hal yang sepele saja misalkan kaki dia hanya terinjak sedikit dia langsung marah, gelisah dan jika dia  mengalami kesusahan dia langsung berpikir bahwa dia adalah orang yang paling menderita di dunia. padahal nyatanya banyak orang yang lebih parah dibandingkan dengan dia tapi karena hati dia yang terlalu sempit sehingga hal-hal kecil saja membuat dia resah membuat dia kesal dan mudah memicu amarah. sedangkan orang yang mungkin hidupnya kelihatannya sederhana dari profesi dan jabatannya tapi ia selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepadanya,hati dia merasa sangat luas, dia tak pernah mengeluh melainkan dia selalu bersyukur atas hal-hal yang kecil sehingga dia merasakan begitu banyak karunia Allah .  Dalam Alquran dijelaskan bahwa وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia Jika kalian berusaha untuk menghitung jumlah nikma...

Perempuan Harus Berpendidikan dan berakhlakul karimah

Di era kekinian Perempuan semakin tangguh dalam menghadapi rintangan tapi dengan berkembang pesatnya teknologi perempuan dapat saling berkontribusi dan berkolaborasi, bertukar pendapat kepada teman sejawat menciptakan inovasi memperhalus budi pekerti meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mempererat tali silaturahmi mempersatukan negeri dengan segala keberagaman yang melekat di tanah NKRI. Mengapa sih perempuan harus ber pendidikan? karena dari rahimnya akan melahirkan dan mendidik anak hingga menjadi cendekiawan dengan memiliki akhlak dan perilaku yang Budiman di masa yang akan datang. Wahai perempuan jangan lah kau habiskan waktumu dengan diam membisu , scroll tak menentu menghabiskan waktu dengan hal yang tak perlu . Apakah kita akan terus-menerus terombang-ambing di lautan karena kerusakan pikiran wanita di akhir zaman dengan tontonan yang tidak pantas untuk dilihat, (konten berkonotasi negatif, ghibah, hoax dsb) juga dengan perkataan yang tidak patut untuk dicontoh (Kasar, kotor, ke...

Mahasiswa Nyambi jadi guru ngaji

 Seorang perempuan yang telah mengenyam pendidikan di sebuah pesantren selama kurang lebih 7 tahun setelah lulus kemudian ia melanjutkan pendidikan sebagai seorang mahasiswa yang menjalani kuliah online dan juga membantu usaha orang tuanya yakni membuka warung kecil kecilan di pagi hingga siang hari ketika sudah menjalani aktivitas, di sore harinya ia mengajar di sebuah masjid dekat dengan rumahnya, mengajar ngaji di tpq ( Taman Pendidikan Al Qur'an) meskipun gaji yang diterimanya tak seberapa berkisar ratusan ribu saja. akan tetapi ia menganggap itu semua untuk mengabdi karena merupakan titah dari sang kyai untuk mengabdi di masyarakat , meskipun memang penat disamping berkuliah mengerjakan banyak tugas dan membantu unit usaha orang tuanya ia harus mengajar anak anak dengan memberikan pemahaman agama islam yang mudah dimengerti oleh mereka seperti kajian fiqih dasar, tauhid dasar , juga doa doa sehari hari , hadist singkat, tajwid mengajarkan anak tersebut berakhlak mulia sejak u...

Mengapa Guru ngaji tidak di apresiasi

Begitu banyak pengabdian para guru ngaji & dari membenarkan bacaan dalam Al-Qur'an agar membacanya sesuai dengan kaidah tajwid sehingga fasih, mengajar fiqih dan tauhid dasar  kepada para muridnya. Tapi gaji yang didapat tidak sebanding dengan gaji yang dengan pengabdian yang dikerjakan bahkan hanya mencukupi untuk uang makan sehari hari saja . Tak jarang dari mereka bekerja sampingan  demi memenuhi kebutuhan hidup. Bagaimana jika mereka beralih kepada pekerjaan yang lebih menguntungkan, karena menerima gaji yang tidak sepadan  siapa lagi yang mau mengajarkan Al-Qur'an di desanya? Oleh karenanya pemerintah perlu sekali memperhatikan kesejahteraan profesi guru ngaji karena mereka merupakan tonggak agama yang masih berdiri dalam mengajarkan anak anak kecil memahami ilmu agama sehingga ia bisa beribadah dana berakhlak mulia sesuai dengan pelajaran Islam yang benar.

Wanita Dengan Perasaannya

Perempuan itu mudah banget emosi , baper karena mereka cenderung dikendalikan oleh perasaan makanya wanita harus sibuk dengan pekerjaan dan pendidikan agar tidak larut dalam perasaan. Memahami perempuan itu bak menonton film channel luar negri tanpa subtitle yang tidak mudah dimengerti jadi hanya bisa menerka neraka saja kecuali kau sudah paham bahasa dan gerik gerik mereka.  Mendidik wanita bukanlah hal yang mudah mereka mudah terpacu amarah dan sedih  jika itu menyakiti perasaannya. Susah untuk memahami perasaannya yang kadang mood senang dan bisa saja seketika berubah drastis menjadi murung . Bahkan baca chat saja dia pake nada sehingga sering salah paham dalam obrolan meski hanya lewat jaringan online  Oleh karenanya jangan lah kau bentak mereka karena hati mereka mudah rapuh Lalu bagaimana cara menghadapinya? Dengarkan curhatannya , sandarkan bahu agar dia bisa melepas cerita dengan tanpa beban (untuk pasangan yang sudah halal saja). Deep talk Give a gift Temani apa ...