Bersyukur dan jangan mudah kufur terhadap nikmat yang Allah berikan

Betapa banyak orang yang sering berkeluh kesah atas hal yang sepele saja misalkan kaki dia hanya terinjak sedikit dia langsung marah, gelisah dan jika dia  mengalami kesusahan dia langsung berpikir bahwa dia adalah orang yang paling menderita di dunia. padahal nyatanya banyak orang yang lebih parah dibandingkan dengan dia tapi karena hati dia yang terlalu sempit sehingga hal-hal kecil saja membuat dia resah membuat dia kesal dan mudah memicu amarah.

sedangkan orang yang mungkin hidupnya kelihatannya sederhana dari profesi dan jabatannya tapi ia selalu mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepadanya,hati dia merasa sangat luas, dia tak pernah mengeluh melainkan dia selalu bersyukur atas hal-hal yang kecil sehingga dia merasakan begitu banyak karunia Allah .

 Dalam Alquran dijelaskan bahwa

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Jika kalian berusaha untuk menghitung jumlah nikmat-nikmat yang tercurah pada kalian, niscaya kalian tidak akan sanggup memenuhi hitungan jumlahnya, dikarenakan jumlah dan jenisnya yang banyak. Sesungguhnya Allah benar-benar maha pengampun terhadap kalian lagi maha penyayang kepada kalian, sebab Dia memaafkan kekurangan kalian dalam mengerjakan kewajiban bersyukur, tetap tidak menghentikannya dari kalian meskipun kalian kurang bersyukur, dan tidak menyegerakan dalam menimpakan siksaan pada kalian.

Misalnya saja mata, telinga dan akal serta anggota tubuh yang sempurna sehingga kita bisa menjalankan aktivitas kita sehari-hari. hanya saja hati kita tertutupi oleh pandangan tentang kenikmatan orang lain yang mungkin diberi kelebihan atas kita sehingga tidak bisa mensyukuri hal yang apa yang kita dapat. padahal manusia telah diberikan banyak sekali kenikmatan maka pergunakanlah nikmat itu dengan hal yang baik bukan yang buruk.

Misalkan mata digunakan untuk melihat pandangan yang baik( ilmu dsb)  tangan digunakan untuk menolong orang dan memberi bantuan pada orang yang kesusahan , kaki untuk melangkah ke jalan kebaikan baik untuk ke mesjid beribadah atau ke sekolah untuk menuntut ilmu , bekerja dan aktivitas lainnya. begitu pula anggota tubuh kita yang lain  untuk berbuat dalam hal kebaikan bukan kemaksiatan.

Memang telah dijelaskan di dalam Alquran اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ ۝١٩

(innal insana khuliqa haluuan)

Sesungguhnya manusia itu diciptakan dengan sifat keluh kesah.

Dalan tafsir wajiz menyebutkan bahwa makna dari ayat ini adalah manusia memiliki sifat suka berkeluh kesah namun sifat ini bisa di rubah.

    اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ ۝٢٢  kecuali orang-orang yang salat Mengutip dari artikel NU online dalam tafsir wajiz kecuali orang yang menjalankan  salatnya dengan baik dan benar sehingga mengalahkan sifat negatif tersebut .

Maka dengan itu dirikan lah salat dengan sebenar-benarnya taqwa serta marilah kita mulai membuat jurnal syukur hari ini dan setiap hari kita bersyukur tentang apa yang dimiliki  sehingga hati kita terasa luas bukan sempit berapa banyak orang yang sakit menginginkan untuk sehat ,kita yang sudah sehat masih saja berkeluh kesah padahal itu bukanlah jawabannya. Melainkan Rasa syukur yang senantiasa ada di dalam dada serta menggunakan nikmat untuk mencari keridhaan-Nya.

Sumber Referensi: 

Melansir dari NU online dengan link https://quran.nu.or.id/al-maarij/19 ,  NU online dengan link https://quran.nu.or.id/al-maarij/20diakses 22 Desember 2025.

 Tafsir Al muyassar /kementrian agama 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jaga lisan agar tidak menyakiti perasaan orang

Berdamai dengan takdir