Mahasiswa Nyambi jadi guru ngaji

 Seorang perempuan yang telah mengenyam pendidikan di sebuah pesantren selama kurang lebih 7 tahun setelah lulus kemudian ia melanjutkan pendidikan sebagai seorang mahasiswa yang menjalani kuliah online dan juga membantu usaha orang tuanya yakni membuka warung kecil kecilan di pagi hingga siang hari ketika sudah menjalani aktivitas, di sore harinya ia mengajar di sebuah masjid dekat dengan rumahnya, mengajar ngaji di tpq ( Taman Pendidikan Al Qur'an) meskipun gaji yang diterimanya tak seberapa berkisar ratusan ribu saja. akan tetapi ia menganggap itu semua untuk mengabdi karena merupakan titah dari sang kyai untuk mengabdi di masyarakat , meskipun memang penat disamping berkuliah mengerjakan banyak tugas dan membantu unit usaha orang tuanya ia harus mengajar anak anak dengan memberikan pemahaman agama islam yang mudah dimengerti oleh mereka seperti kajian fiqih dasar, tauhid dasar , juga doa doa sehari hari , hadist singkat, tajwid mengajarkan anak tersebut berakhlak mulia sejak usia belia .


Ketika perempuan itu sebut saja kaira kelelahan dari rutinitas pagi sampai menjelang sore namun ia tetap mengajar berangkat dari rumahnya karena melihat senyuman dan antusias dari 50 anak murid ngajinya mereka berseru riang memanggil namanya “mba kaira “ sahut anak lainnya “ umi sudah datang ayo pada duduk” , kemudian kaira tersenyum lalu ia memulai pengajian itu dengan diawali membaca bismillah hingga dilanjutkan bacaan surat pendek dari juz 30. ia mengajar tidak sendirian melainkan ada seorang ustadzah lainnya yakni ibu ibu berumur 40 tahunan meski jarak umur yang terlampau jauh namun keduanya saling kompak dalam mengajar , setelah membaca bacaan surat dari juz 30 dilanjutkan anak anak menyetorkan bacaan iqro ada yang baru mulai iqra pertama ada juga yang sudah sampai al qur'an. dan anak yang belum menyetorkan bacaannya mereka menulis pelajaran yang di tuliskan oleh kaira di papan tulis baik itu tentang doa harian, fiqh pemula dan lain Lain-lain. setelah selesai mengaji semuanya dilanjutkan dengan membaca doa serta shalawat dan doa penutup . 


Sehabis magrib dia melanjutkan mengajar ngaji di mushola terdekat mengajari anak berkisar 20 orang hanya untuk anak perempuan karena anak laki diAjarkan oleh ustad , di malam harinya ia mengerjakan tugas kuliah Hingga jam 22.00 atau 23.00. ia sudah mencoba untuk melamar pekerjaan kesana dan kemari dari toko hingga tempat wisata tapi hasilnya nihil, ada yang keterima namun harus tahan ijazah jadinya iya memutuskan mengajar ngaji saja. dan membantu usaha orang tuanya meski punya duit hanya pas-pasan tapi semoga diberkahi, karena kebutuhan yang dia inginkan selalu ada aja jalan, mungkin itu yang dinamakan keberkahan meskipun gaji hanya ratusan, tapi ia masih bersyukur bisa memanfaatkan ilmunya yang dahulu pernah ia pelajari. Sudah 2 tahun lebih dia mengajar. Saat ini ia fokus kuliah dan mencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan s2 ke luar negeri. seperti halnya Abangnya kaira yang telah pergi ke Jepang bekerja sebagai karyawan pabrik karena susahnya mencari pekerjaan di negeri sendiri maka harus menjauh dari tanah kelahiran demi bekerja di negara orang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur dan jangan mudah kufur terhadap nikmat yang Allah berikan

Jaga lisan agar tidak menyakiti perasaan orang

Berdamai dengan takdir